Selasa, 22 Desember 2015

6 Etika Komunikasi Massa

A. ETIKA KOMUNIKASI DALAM ISLAM Komunikasi Islam adalah proses penyampaian pesan-pesan keislaman dengan menggunakan prinsip-prinsip komunikasi dalam Islam. Dengan pengertian demikian, maka komunikasi Islam menekankan pada unsur pesan (message), yakni risalah atau nilai-nilai Islam, dan cara (how), dalam hal ini tentang gaya bicara dan penggunaan bahasa (retorika). Pesan-pesan keislaman yang disampaikan dalam komunikasi Islam meliputi seluruh ajaran Islam, meliputi akidah (iman), syariah (Islam), dan akhlak (ihsan).Mengenai cara (kaifiyah), dalam Al-Quran dan Al-Hadits ditemukan berbagai panduan agar komunikasi berjalan dengan baik dan efektif. Kita dapat mengistilahkannya sebagai kaidah, prinsip, atau etika berkomunikasi dalam perspektif Islam.Kaidah, prinsip, atau etika komunikasi Islam ini merupakan panduan bagi kaum Muslim dalam melakukan komunikasi, baik dalam komunikasi intrapersonal, interpersonal dalam pergaulan sehari hari, berdakwah secara lisan dan tulisan, maupun dalam aktivitas lain.Dalam berbagai literatur tentang komunikasi Islam kita dapat menemukan setidaknya enam jenis gaya bicara atau pembicaraan (qaulan) yang dikategorikan sebagai kaidah, prinsip, atau etika komunikasi Islam, yakni (1) Qaulan Sadida, (2) Qaulan Baligha, (3) Qulan Ma’rufa, (4) Qaulan Karima, (5) Qaulan Layinan, dan (6) Qaulan Maysura. 1. QAULAN SADIDA“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Qaulan Sadida –perkataan yang benar (QS. 4:9)Qaulan Sadidan berarti pembicaran, ucapan, atau perkataan yang benar, baik dari segi substansi (materi, isi, pesan) maupun redaksi (tata bahasa).Dari segi substansi, komunikasi Islam harus menginformasikan atau menyampaikan kebenaran, faktual, hal yang benar saja, jujur, tidak berbohong, juga tidak merekayasa atau memanipulasi fakta.“Dan jauhilah perkataan-perkataan dusta” (QS. Al-Hajj:30).“Hendaklah kamu berpegang pada kebenaran (shidqi) karena sesungguhnya kebenaran itu memimpin kepada kebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga” (HR. Muttafaq ‘Alaih).“Katakanlah kebenaran walaupun pahit rasanya” (HR Ibnu Hibban).Dari segi redaksi, komunikasi Islam harus menggunakan kata-kata yang baik dan benar, baku, sesuai kadiah bahasa yang berlaku.“Dan berkatalah kamu kepada semua manusia dengan cara yang baik” (QS. Al-Baqarah:83).“Sesungguhnya segala persoalan itu berjalan menurut ketentuan” (H.R. Ibnu Asakir dari Abdullah bin Basri).Dalam bahasa Indonesia, maka komunikasi hendaknya menaati kaidah tata bahasa dan mengguakan kata-kata baku yang sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).

2. QAULAN BALIGHA“Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka Qaulan Baligha – perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. (QS An-Nissa :63).Kata baligh berarti tepat, lugas, fasih, dan jelas maknanya. Qaulan Baligha artinya menggunakan kata-kata yang efektif, tepat sasaran, komunikatif, mudah dimengerti, langsung ke pokok masalah (straight to the point), dan tidak berbelit-belit atau bertele-tele.Agar komunikasi tepat sasaran, gaya bicara dan pesan yang disampaikan hendaklah disesuaikan dengan kadar intelektualitas komunikan dan menggunakan bahasa yang dimengerti oleh mereka.“Berbicaralah kepada manusia sesuai dengan kadar akal (intelektualitas) mereka” (H.R. Muslim).”Tidak kami utus seorang rasul kecuali ia harus menjelaskan dengann bahasa kaumnya”(QS.Ibrahim:4)Gaya bicara dan pilihan kata dalam berkomunikasi dengan orang awam tentu harus dibedakan dengan saat berkomunikasi dengan kalangan cendekiawan. Berbicara di depan anak TK tentu harus tidak sama dengan saat berbicara di depan mahasiswa. Dalam konteks akademis, kita dituntut menggunakan bahasa akademis. Saat berkomunikasi di media massa, gunakanlah bahasa jurnalistik sebagai bahasa komunikasi massa (language of mass communication).

3. QAULAN MA’RUFAKata Qaulan Ma`rufan disebutkan Allah dalam QS An-Nissa :5 dan 8, QS. Al-Baqarah:235 dan 263, serta Al-Ahzab: 32.Qaulan Ma’rufa artinya perkataan yang baik, ungkapan yang pantas, santun, menggunakan sindiran (tidak kasar), dan tidak menyakitkan atau menyinggung perasaan. Qaulan Ma’rufa juga bermakna pembicaraan yang bermanfaat dan menimbulkan kebaikan (maslahat).“Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya[268], harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka Qaulan Ma’rufa – kata-kata yang baik. (QS An-Nissa :5)“Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir kerabat, anak yatim dan orang miskin, Maka berilah mereka dari harta itu (sekadarnya) dan ucapkanlah kepada mereka Qaulan Ma’rufa- perkataan yang baik(QS An-Nissa :8).“Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu dengan sindiran atau kamu Menyembunyikan (keinginan mengawini mereka) dalam hatimu. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka, dalam pada itu janganlah kamu Mengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia, kecuali sekadar mengucapkan (kepada mereka) Qaulan Ma’rufa – perkataan yang baik… (QS. Al-Baqarah:235).“Qulan Ma’rufa – perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.”(QS. Al-Baqarah: 263).“Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah Qaulan Ma’rufa – perkataan yang baik.” (QS. Al-Ahzab: 32).

4. QAULAN KARIMA“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada kedua orangtuamu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, seklai kali janganlah kamu mengatakan kepada kedanya perkatan ‘ah’ dan kamu janganlah membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Qaulan Karima – ucapan yang mulia (QS. Al-Isra: 23).Qaulan Karima adalah perkataan yang mulia, dibarengi dengan rasa hormat dan mengagungkan, enak didengar, lemah-lembut, dan bertatakrama. Dalam ayat tersebut perkataan yang mulia wajib dilakukan saat berbicara dengan kedua orangtua. Kita dilarang membentak mereka atau mengucapkan kata-kata yang sekiranya menyakiti hati mereka.Qaulan Karima harus digunakan khususnya saat berkomunikasi dengan kedua orangtua atau orang yang harus kita hormati.Dalam konteks jurnalistik dan penyiaran, Qaulan Karima bermakna mengunakan kata-kata yang santun, tidak kasar, tidak vulgar, dan menghindari “bad taste”, seperti jijik, muak, ngeri, dan sadis.

5. QAULAN LAYINA“Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan Qulan Layina – kata-kata yang lemah-lembut… (QS. Thaha: 44).Qaulan Layina berarti pembicaraan yang lemah-lembut, dengan suara yang enak didengar, dan penuh keramahan, sehingga dapat menyentuh hati. Dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan, yang dimaksud layina ialah kata kata sindiran, bukan dengan kata kata terus terang atau lugas, apalagi kasar.Ayat di atas adalah perintah Allah SWT kepada Nabi Musa dan Harun agar berbicara lemah-lembut, tidak kasar, kepada Fir’aun. Dengan Qaulan Layina, hati komunikan (orang yang diajak berkomunikasi) akan merasa tersentuh dan jiwanya tergerak untuk menerima pesan komunikasi kita.Dengan demikian, dalam komunikasi Islam, semaksimal mungkin dihindari kata-kata kasar dan suara (intonasi) yang bernada keras dan tinggi.

6. QAULAN MAYSURA”Dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhannya yang kamu harapkan, maka katakanlah kepada mereka Qaulan Maysura – ucapan yang mudah (QS. Al-Isra: 28).Qaulan Maysura bermakna ucapan yang mudah, yakni mudah dicerna, mudah dimengerti, dan dipahami oleh komunikan. Makna lainnya adalah kata-kata yang menyenangkan atau berisi hal-hal yang menggembirakan.   B. TEKNIK KOMUNIKASI DALAM SETIAP LEVEL USIA 1. Komunikasi Dengan Bayi Usia 0 – 1 tahun.Komunikasi dengan bayi yang umumnya dapat dilakukan adalah dengan melalui gerakan – gerakan bayi. Gerakan tersebut akan sebagai alat komunikasi yang efektif, disamping  itu komunikasi dengan bayi dapat dilakukan secara non verbal. Perkembangan komunikasi pada bayi dapat dimulai dengan kemampuan bayi untuk melihat sesuatu yang menarik, ketika bayi digerakan maka bayi akan berespon untuk membuat suara – suara yang dikeluarkan oleh bayi. Perkembangan komunikasi pada bayi tersebut dapat dimulai pada usia minggu kedelapan dimana bayi sudah mampu melihat obyek atau cahaya, kemudian pada minggu ke dua belas bayi sudah mulai melakukan tersenyum. Pada usia minggu ke enam belas bayi sudah mulai menolehkan kepala pada suara yang asing bagi dirinya. Pada pertengahan tahun pertama bayi sudah mulai mengucapkan kata – kata awal seperti ba-ba, da-da,dst. Pada bulan kesepuluh bayi sudah bereaksi terhadap panggilan terhadap namanya, mampu melihat beberapa gambar yang terdapat dalam buku, pada akhir tahun pertama sudah mampu melakukan kata – kata yang spesifik antara dua atau tiga kata. Komunikasi non verbal dapat dilakukan dengan sentuhan, mengusap, memangku, melambaikan tangan, menggendong dll.

2. komunikasi dengan Usia Todler dan Pra sekolah (1-2,5 tahun, 2,5 – 5 tahun).
Perkembangan komunikasa pada usia ini dapat ditunjukan dengan perkembangan bahasa anak dengan kemampuan anak sudah mampu memahami kurang lebih 10 kata, pada tahun ke -2  200- 300 kata, dan masih diulang – ulang. Pada usia 3 tahun anak sudah mampu menguasai 900 kata dan banyak kata – kata yang digunakan adalah mengapa, apa, kapan, dst. Komunikasi pada usia ini sifatnya egosentris, rasa ingin tahu yang tinngi, inisiatifnya tinggi, kemampuan dalam bahasa meningkat, mudah merasa kecewa dan rasa bersalah karena tuntutan tinggi, setiap komunikasi harus berpusat pada dirinya, takut terhadap ketidakmampuan dan perlu diingat bahwa dalam usia ini anak belum fasih berbicara. Pada usia ini cara berkomunikasi yang dapat dlakukan adalah dengan memberi tahu apa yang terjadi dengan dirinya, memberi kesempatan pada mereka untuk menyentuh alat yang ditanyakan  (yang penting aman) menggunakan nada bicara lambat dan jelas, jika tidak dijawab harus diulang lebih jelas dengan pengarahan yang sederhana.Hindarkan sikap mendesak untuk dijawab seperti kata – kata “jawab dong!!!!” mengalihakan aktifitas saat berkomunikasi, memberikan mainan saat berkomunikasi dengan maksud anak mudah berkomunikasi , mengatur jarak, menghindari konfrontasi secara langsung, duduk terlalu dekat dan berhadapan. Untuk non verbalnya, menggambar, jangan menyentuh tanpa persetujuan anak, salaman untuk mengurangi rasa cemas. 3. Usia Sekolah (5- 11 tahun).Perkembangan komunikasi pada anak usia ini dapat dimulai dengan kemampuan anak mencetak, menggambar, membuat huruf /tulisan yang besar dan apa yang dilaksanakan oleh anak mencerminkan pikiran anak dan kemampuan anak membaca disini sudah dapat sudah dapat mulai, pada usia ke delapan anak sudah mampu membaca dan sudah mulai berpikir terhadap kehidupan.komunikasi yang dapat dilakukan pada usia ini adalah tetap masih memperhatikan tingkat kemampuan bahasa anak yaitu gunakan bahasa yang yang sederhana yang spesifik, jelaskan sesuatu yang membuat ketidakjelasan pada anak atau sesuatu yang tidak diketahui, pada usia ini keingintahuan pada aspek fungsional dan prosedural dari obyek tertentu sangat tinggi maka jelaskan arti fungsi dan prosedur tersebut. Maksud dan tujuan dari dari dari suatu yang ditanyakan secara jelas dan jangan menyakiti atau mengancam sebab ini akan membuat anak tidak mampu berkomunikasi dengan efektif. 4. Usia Remaja (11 – 18 tahun)Perkembangan komunikasi pada usia remaja ini ditunjukan dengan kemampuan berdiskusi atau berdebat dan sudah mulai berpkir secara konseptual, sudah mulai menunjukan perasaan malu, pada anak usia ini sering kali merenung kehidupan tentang masa depan yang direfleksikan dalam komunikasi. Pada usia ini pola pikir sudah mulai menunjukan ke arah yang lebih positif, terjadi konseptualisasi mengingat ini adalah masa peralihan anak menjadi dewasa. Komunikasi yang dapat dilakukan pada usia ini adalah berdiskusi atau curah pendapat (CURHAT) pada teman sebaya, hindari beberapa pertanyaan yang dapat menimbulkan rasa malu dan jaga kerahasiaan dalam berkomunikasi mengingat awal terwujudnya kepercayaan anak dan merupakan masa transisi dalam bersikap dewasa. Cara Komunikasi Dengan Anak Secara Umum1. Melalui orang ketiga : tidak langsung bertanya pada anak.2.Bercerita : pergunakan bahasa yang mudah dimengerti,perlihatkan gambar3.Bilioterapi: melalui pemberian buku/majalah anak mengekpresikan perasaan dan aktivitas sesuaicerita dalam buku.4. Meminta untuk menyebutkan keinginan : mengetahui apa keinginan / keluhan anak.5. Pro / kontra :mengetahui perasaan anak dan pikiran anak (mengajukan pertanyaaan hal positifdan negatif ).6.Menulis : bila anak tidak dapat mengungkapkan perasaan secara verbal.7. Menggambar : anak akan mengungkapkannya apabila gambar yang ditulisnya ditanya tentangmaksudnya.8. Bermain : sangat efektif dalam membantu berkomunikasi, dapat menjalin hubunganinterpersonal dengan teman dan perawat. Cara komunikasi Dengan Orang tua Anak
  1. Anjurkan orang tua untuk berbicara
  1. Arahkan ke fokus
  1. Mendengarkan
  1. Diam
  1. Empati
  1. Menyakinkan kembali
  1. Merumuskan kembali
  1. Memberi petunjuk kemungkinan apa yg terjadi
  1. Menghindari hambatan dalam komunikasi.
 5. Teknik Komunikasi pada LansiaBeberapa teknik komunikasi yang dapat diterapkan antara lain :1.    Tenik asertifAsertif adalah sikap yang dapat di terima, memahami pasangan bicara dengan menunjukan sikap peduli, sabar untuk mendengarkan dan memperhatikan ketika pasangan bicara agar maksud komunikasi atau pembicara  dapat di mengerti.2.    ResponsifReaksi petugas kesehatan terhadap fenomena yang terjadi pada klien merupakan bentuk perhatian petugas kepada klien.3.    FokusSikap ini merupakan upaya perawat untuk tetap berkonsisten terhadap materi komunikasi yang diingkan. Upaya ini perlu di perhatikan karena umumnya lansia senang menceritakan hal – hal yang mungkin tidak relavan untuk kepentingan petugas kesehatan.4.    SuportifPerubahan yang terjadi pada lansia, baik pada aspek fisik maupun psikis secara bertahap menyebabkan  emosi klien relatif menjadi labil. Selama memberi dukungan materiil maupun moril, petugas kesehatan jangan sampai terkesan menggurui atau mengajari klien karena ini dapat merendahkan kepercayaan klien kepada perawat atau petugas kesehatan lainnya.5.    KlarifikasiDengan berbagai perubahan yang terjadi pada lansia, sering proses komunikasi tidak berlangsung dengan lancar. Klarifikasi dengan cara mengajukan pertanyaan ulang dan memberikan penjelasan dari satu kali perlu di lakukan oleh perawat agar maksud pembicaraan kita dapat diterima dan di presepsikan sama oleh klien.6.    Sabar dan IkhlasSeperti yang di ketahui baahwa klien lansia terkadang mengalami perubahan yang merepotkan dan kekanak – kanakan. Perubahan ini bila tidak di sikapi dengan sabar dan ikhlas dapat menimbulkan perasaan jengkel bagi perawat sehingga komunikasi yang di lakukan tidak terapeutik, solutif, namun dapat berakibat berkomunikasi berlangsung emosional dan menimbulkan kerusakan antara klien dengan petugas kesehatan.

Minggu, 25 Januari 2015

Sriping Pisang Albana

Hai para blogger :D
Akhirnya aku kembali menjadi blogger setelah sekian tahun aku mengakhiri status menjdi blogger ahaa

Kali ini aku mau promote tentang "Sriping Pisang Albanana" made in my mother
Penasaran gak nih kenapa namanya albanana ??
Jawabannya adalah kalian harus beli dulu
Wehwee kidding doang sih ({})

Sriping atau criping adalah keripik yg bisa terbuat dr apapun itu
Tapiiii
Sriping buatan ibuku yg tercinta ini khusus terbuat dr pisang
Hmmm pasti semuanya pada tau kan pisang itu apaa
Akisah bapakku adalah orang yg gemar bertani
Semua segala macam tanaman yg bisa di tanam di tanah Indonesia ini beliau tanam
Akhirnya tanaman yg tumbuh sukses adalah macam2 pisang
Nah singkat cerita waktu panen pisang saking banyaknya panen hampir seluruh orang yg dikenal bapak ibu sudah kebagian pisang tp masih sisa banyak
Dari pada sayang pisang sebanyak itu yg udah terlanjur masak sm ibuku di goreng menjadi sriping :)

Daaaannn
Terciptalah sriping pisang albanana
Yang terbuat dari pisang pilihan berkualitas dgn rasa manis yg gurih tanpa bahan pengawet apapun
Nggoreng nya juga gak pake sembarang minyak lohh
Minyak nya juga sekali pakai, gak pake minyak bekas nggoreng apapun hehehee

Penasaran? Pengen nyobain?
Silahkan di orderr :)
Murah dan berkulitas loh
Dgn berat bersih ± 100gr harga 10rb dan ± 50gr dgn harga 5rb
Sms aja di 085643652207 atau via bbm di 51b4d62f atau bisa via line dgn ID 643652207

Jumat, 17 Oktober 2014

Miss it :((

Aku disini dan aku sendiri
Sendiri dalam diam yang tak kunjung reda

Malam ini ketika aku makan malam di suatu angkringan
Aku kangen, aku rindu dengan saat-saat tak terlupakan itu
Ketika dimana aku bertemu dengan sahabat-sahabat tercinta
Merekalah yang membuat aku nyaman pada lingkaran mereka
Suasana yang belum pernah aku dapatkan sebelumnya

Saat aku membutuhkan pelukan hangat, merekalah yang memberikan pelukan itu
Saat aku membutuhkan pundak untuk melepas kesal, pundak merekalah yang siap mendengarkanku
Saat aku membutuhkan tissue untuk menyeka tangisku, mereka seolah menjadi tissue tuk mendengar tangisku

Ya Rabb yang Maha Pengasih.. YA Rabb yang Maha Pendengar

Aku rindu suasana itu, Aku ingin kembali merasakannya

Senin, 11 Agustus 2014

Hati Baru

Ada yg pernah ngrasain sakit hati?
Pasti semuanya pernah kan...
Entah sakit hati oleh siapapun pasti tak ada yg tak pernah merasakan

Beberapa saat yg lalu aku baru merasakannya. Bukan sakit hati karena ditinggalin pacar atau dikhianati. Tapi sakit hati karena sahabat. Ya sahabat!
Mungkin definisi sahabat pada umumnya teman yg sangat dekat oleh kita yg siap menemani kita dalam keadaan senang maupun duka, yg bisa membawa kita ke dalam kebaikan.
Aku punya sahabat yg sudah ku anggap seperti kakak sendiri. Akhir2 ini dia berubah. Sangat2 cuek. Tiap kali aku cerita rasanya seperti angin lalu

_next_

Kamis, 31 Juli 2014

H+4 Lebaran 1435 H

Alhamdulillah ramadhan telah usai
saatnya tuk menjaga hati agar tetap bersih seperti kertas putih tanpa noda saat dilahirkan dulu

Akan tetapi namanya setan dimana-mana dan pintar menghasut manusia
Ada saja hal yang membuat dosa
Apalagi yang namanya perempuan kadang tak bisa lepas dari "ghibah"
Atau perasaan manusia yang kadang tak bisa luput dari iri atau sombong

Manusia diciptakan oleh Sang Kholik mempunyai kelebihan dan kekurangan masing2 baik itu menonjol maupun tidak
Tetapi jangan mentang punya kelebihan yang lebih dari orang lain terus di share kemana, dan yang kekurangannya lebih menonjol jangan menjadi rendah diri

Sesungguhnya Allah tau dimana letak kesanggupan hambanya dalam menyelesaikan masalahnya

disini sang penulis tidak bermaksud menyombongkan diri yaaa
sama sekali enggaakkk
karena sebenarnya sang penulis sedang butuh lecutan yang keras dan berarti untuk kehidupan masa depannya

Mudah2an yang sedikit dan tersirat bisa diresapi sekaligus di ambil hikamahnya oleh siapapun orang yang membaca

Thanks for your time ;)

Salam

Senin, 28 Juli 2014

Anak Sulung

Aku di lahirkan 18 tahun yg lalu oleh kedua orangtuaku yang hebat
Orangtua yg hebat yg bisa mendidik anak2nya hingga dewasa ini
3 tahun setelah aku dilahirkan lahir lagi seorang anak dan 9 tahun kemudian lahir lagi seorang bocah
Akhirnya aku menjadi anak sulung 2 besaudara

Mungkin sebgian anak kecil beranggapan menjadi anak sulung adalah posisi yg menyenangkan
Karena bisa nyurh2lah, seenaknya sendirilah, mbentak2lah
'Tapi ketahuilah wahai anak kecil, menjadi anak sulung tak semudah apa yg kalian bayangkan, rumit'
Jika ku bisa memilih aku tak mau menjadi anak sulung, akan tetapi takdirlah yg menentukan ini semua, dan mau tidak harus ku jalani dengan sepenuh hati serta penuh tanggung jawab

Banyak suka duka yg dirasakan menjadi anak sulung
Sulit untuk diceritakan betapa WAW nya menjadi anak sulung
Aku hanya manusia biasa yg terkadang dapat merasakan, menikmati, ikhlas dengan apa yg sudah menjadi takdirku
Banyak keluh kesahku yg terpaksa aku pendam dan menjadi beban buatku

Ya Allah Ya Tuhanku
Kuatkanlah daku, beri aku kesabaran, beri aku keikhlasan, aku hanyalah makhluk mu yg lemah dan tidak berdaya

Sabtu, 05 April 2014

UPrak Indonesia :D



 Alhamdulillah, kelar juga Ujian Prakteknyaa
tinggal UN :D BIssmillaah,, Allah bersama mu selalu nak ({})

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...
            Yang terhormat Direktur LPIT BIAS Ibu Lilik Indriati
            Yang saya hormati kepala SMA BIAS Ibu Bariyah
            Yang saya hormati guru-guru dan karyawan
            Yang saya cintai teman-teman sekalian

            Alhamdulillahhi rabbil alamin washolatuwassalamu ala asyrofil ambya iwal muraslin wa ala aalihi wasohbihi ajma’in. Amma badu.
            Sebelumnya mari kita ucapkan puji syukur kepada Allah swt yang telah memberikan kesehatan, kenikmatan hidup, sehingga kita dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat.
            Pada kesempatan kali ini saya akan berpidato mengenai efek dari kecanggihan teknologi. Dewasa ini teknologi makin hari kian canggih. Misalnya handphone. Mulai dari merek, bentuk, warna sangat beragam dan banyak sekali pilihan harganya. Ada yang murah dan ada yang pula yang mahal, tergantung dari jenisnya. Tak heran bila belakangan ini tidak ada satu orang yang tidak memegang handphone, entah itu berasal dari kalangan bawah maupun kalangan atas.
            Handphone yang banyak dipilih oleh rata-rata masyarakat kebanyakan adalah smartphone. Fitur yang disediakan pada samrtphone ini sangat beragam. Sehingga ketertarikan pada handphone lebih banyak ketimbang ketertarikan pada dunia luar.
            Yang mengherankan pula, tidak hanya para orangtua atau orang dewasa yang membutuhkan yang mempunyai handphone canggih ini. Bahkan anak-anak kecil di bawah umur sudah terbiasa, bisa jadi sebuah kebutuhan yang wajib. Apabila para orangtua zaman dulu membutuhkan handphone untuk berkomunikasi dan bekerja, anak-anak sekarang menjadi sebuah kebutuhan penting. Banyak di antara para remaja yang merasa hidupnya hampa tanpa handphone. Parahnya lagi apabila dengan adanya handphone muncul kegiatan-kegiatan negatif ataupun kejahatan-kejahatan yang muncul.
            Hal yang memprihatinkan adalah ketika fantasi anak-anak sekarang tertuju pada handphone yang di genggamnya, bukan lagi kelereng ataupun bola kasti seperti dulu kala. Hidupnya yang monoton, kurang gerak, dan asik pada dunianya menjadikan sifat yang muncul menjadi buruk. Misalnya tidak peduli, cuek, acuh, yang diakibatkan oleh asiknya di dunia sendiri.
            Bahkan ketika ada seseorang yang membutuhkan bantuan, mereka sangat acuh dan tidak peduli. Sangat ironis. Hanya karena sebuah handphone semuanya menjadi terduakan. Padahal manfaat handphone sebenarnya bukan untuk mencari fantasi dunia sendiri.
            Ketika seorang anak melewati orang yang lebih tua, jarang yang mengucapkan kata permisi, seolah dirinya sendiri tidak ada orang lain. Atau ketika diberi pertolongan jarang bahkan tidak pernah mengucapkan terimakasih. Hal lain ketika dia tidak sengaja ataupun sengaja melakukan kesalahan kepada orang lain sangat kecil terjadi akan mengucapkan kata minta maaf.
            Mudah-mudahan dengan adanya sedikit pencerahan ini dapat dijadikan pelajaran untuk diri sendiri dan oranglain. Mungkin juga dapat diajarkan kepada orang lain, agar budaya sopan santun orang indonesia tidak luntur dan generasi kedepan tetap mempunyai moral, akhlak dan sikap yang bagus kepada siapapun, kapanpun dan dimanapun.
            Sekian pidato dari saya. Terimakasih atas perhatian bapak ibu. Mohon maaf jika ada kata salah.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...