Sabtu, 05 April 2014

UPrak Indonesia :D



 Alhamdulillah, kelar juga Ujian Prakteknyaa
tinggal UN :D BIssmillaah,, Allah bersama mu selalu nak ({})

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...
            Yang terhormat Direktur LPIT BIAS Ibu Lilik Indriati
            Yang saya hormati kepala SMA BIAS Ibu Bariyah
            Yang saya hormati guru-guru dan karyawan
            Yang saya cintai teman-teman sekalian

            Alhamdulillahhi rabbil alamin washolatuwassalamu ala asyrofil ambya iwal muraslin wa ala aalihi wasohbihi ajma’in. Amma badu.
            Sebelumnya mari kita ucapkan puji syukur kepada Allah swt yang telah memberikan kesehatan, kenikmatan hidup, sehingga kita dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat.
            Pada kesempatan kali ini saya akan berpidato mengenai efek dari kecanggihan teknologi. Dewasa ini teknologi makin hari kian canggih. Misalnya handphone. Mulai dari merek, bentuk, warna sangat beragam dan banyak sekali pilihan harganya. Ada yang murah dan ada yang pula yang mahal, tergantung dari jenisnya. Tak heran bila belakangan ini tidak ada satu orang yang tidak memegang handphone, entah itu berasal dari kalangan bawah maupun kalangan atas.
            Handphone yang banyak dipilih oleh rata-rata masyarakat kebanyakan adalah smartphone. Fitur yang disediakan pada samrtphone ini sangat beragam. Sehingga ketertarikan pada handphone lebih banyak ketimbang ketertarikan pada dunia luar.
            Yang mengherankan pula, tidak hanya para orangtua atau orang dewasa yang membutuhkan yang mempunyai handphone canggih ini. Bahkan anak-anak kecil di bawah umur sudah terbiasa, bisa jadi sebuah kebutuhan yang wajib. Apabila para orangtua zaman dulu membutuhkan handphone untuk berkomunikasi dan bekerja, anak-anak sekarang menjadi sebuah kebutuhan penting. Banyak di antara para remaja yang merasa hidupnya hampa tanpa handphone. Parahnya lagi apabila dengan adanya handphone muncul kegiatan-kegiatan negatif ataupun kejahatan-kejahatan yang muncul.
            Hal yang memprihatinkan adalah ketika fantasi anak-anak sekarang tertuju pada handphone yang di genggamnya, bukan lagi kelereng ataupun bola kasti seperti dulu kala. Hidupnya yang monoton, kurang gerak, dan asik pada dunianya menjadikan sifat yang muncul menjadi buruk. Misalnya tidak peduli, cuek, acuh, yang diakibatkan oleh asiknya di dunia sendiri.
            Bahkan ketika ada seseorang yang membutuhkan bantuan, mereka sangat acuh dan tidak peduli. Sangat ironis. Hanya karena sebuah handphone semuanya menjadi terduakan. Padahal manfaat handphone sebenarnya bukan untuk mencari fantasi dunia sendiri.
            Ketika seorang anak melewati orang yang lebih tua, jarang yang mengucapkan kata permisi, seolah dirinya sendiri tidak ada orang lain. Atau ketika diberi pertolongan jarang bahkan tidak pernah mengucapkan terimakasih. Hal lain ketika dia tidak sengaja ataupun sengaja melakukan kesalahan kepada orang lain sangat kecil terjadi akan mengucapkan kata minta maaf.
            Mudah-mudahan dengan adanya sedikit pencerahan ini dapat dijadikan pelajaran untuk diri sendiri dan oranglain. Mungkin juga dapat diajarkan kepada orang lain, agar budaya sopan santun orang indonesia tidak luntur dan generasi kedepan tetap mempunyai moral, akhlak dan sikap yang bagus kepada siapapun, kapanpun dan dimanapun.
            Sekian pidato dari saya. Terimakasih atas perhatian bapak ibu. Mohon maaf jika ada kata salah.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar