Alhamdulillah, kelar juga Ujian Prakteknyaa
tinggal UN :D BIssmillaah,, Allah bersama mu selalu nak ({})
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...
Yang
terhormat Direktur LPIT BIAS Ibu Lilik Indriati
Yang
saya hormati kepala SMA BIAS Ibu Bariyah
Yang
saya hormati guru-guru dan karyawan
Yang
saya cintai teman-teman sekalian
Alhamdulillahhi
rabbil alamin washolatuwassalamu ala asyrofil ambya iwal muraslin wa ala aalihi
wasohbihi ajma’in. Amma badu.
Sebelumnya
mari kita ucapkan puji syukur kepada Allah swt yang telah memberikan kesehatan,
kenikmatan hidup, sehingga kita dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan
sehat.
Pada
kesempatan kali ini saya akan berpidato mengenai efek dari kecanggihan
teknologi. Dewasa ini teknologi makin hari kian canggih. Misalnya handphone.
Mulai dari merek, bentuk, warna sangat beragam dan banyak sekali pilihan
harganya. Ada yang murah dan ada yang pula yang mahal, tergantung dari
jenisnya. Tak heran bila belakangan ini tidak ada satu orang yang tidak
memegang handphone, entah itu berasal dari kalangan bawah maupun kalangan atas.
Handphone
yang banyak dipilih oleh rata-rata masyarakat kebanyakan adalah smartphone.
Fitur yang disediakan pada samrtphone ini sangat beragam. Sehingga ketertarikan
pada handphone lebih banyak ketimbang ketertarikan pada dunia luar.
Yang
mengherankan pula, tidak hanya para orangtua atau orang dewasa yang membutuhkan
yang mempunyai handphone canggih ini. Bahkan anak-anak kecil di bawah umur
sudah terbiasa, bisa jadi sebuah kebutuhan yang wajib. Apabila para orangtua
zaman dulu membutuhkan handphone untuk berkomunikasi dan bekerja, anak-anak sekarang
menjadi sebuah kebutuhan penting. Banyak di antara para remaja yang merasa
hidupnya hampa tanpa handphone. Parahnya lagi apabila dengan adanya handphone
muncul kegiatan-kegiatan negatif ataupun kejahatan-kejahatan yang muncul.
Hal
yang memprihatinkan adalah ketika fantasi anak-anak sekarang tertuju pada
handphone yang di genggamnya, bukan lagi kelereng ataupun bola kasti seperti
dulu kala. Hidupnya yang monoton, kurang gerak, dan asik pada dunianya
menjadikan sifat yang muncul menjadi buruk. Misalnya tidak peduli, cuek, acuh,
yang diakibatkan oleh asiknya di dunia sendiri.
Bahkan
ketika ada seseorang yang membutuhkan bantuan, mereka sangat acuh dan tidak
peduli. Sangat ironis. Hanya karena sebuah handphone semuanya menjadi
terduakan. Padahal manfaat handphone sebenarnya bukan untuk mencari fantasi
dunia sendiri.
Ketika
seorang anak melewati orang yang lebih tua, jarang yang mengucapkan kata
permisi, seolah dirinya sendiri tidak ada orang lain. Atau ketika diberi
pertolongan jarang bahkan tidak pernah mengucapkan terimakasih. Hal lain ketika
dia tidak sengaja ataupun sengaja melakukan kesalahan kepada orang lain sangat
kecil terjadi akan mengucapkan kata minta maaf.
Mudah-mudahan
dengan adanya sedikit pencerahan ini dapat dijadikan pelajaran untuk diri
sendiri dan oranglain. Mungkin juga dapat diajarkan kepada orang lain, agar
budaya sopan santun orang indonesia tidak luntur dan generasi kedepan tetap
mempunyai moral, akhlak dan sikap yang bagus kepada siapapun, kapanpun dan
dimanapun.
Sekian
pidato dari saya. Terimakasih atas perhatian bapak ibu. Mohon maaf jika ada
kata salah.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar