Sabtu, 22 Maret 2014

H-19 Menjelang Pemilu

Miris melihat pemandangan di jalan besar akhir-akhir ini
Setelah kampanye terbuka di mulai, para parpol turun ke jalan untuk mengampanyekan partai mereka
Akan tetapi kenapa cara mereka berkampanye merusak ketenangan secara tiba-tiba?

Inikah Indonesia "Cinta Damai"?
Inikah Indonesia "Negara Demokrasi"?
Inikah Indonesia "Bebas Berpendapat"?

Kenapa mereka merusak pemandangan dengan memampang berbagai macam spanduk di antar pepohonan yang melintang di atas jalan raya? Yang bisa merusak pepohonan dan mengganggu penglihatan para pengemudi?
Kenapa mereka memasang berbagai atribut selain spanduk yang juga merusak pemandangan dan mengotori?
Yang menyebalkan..
Haruskah mereka berkeliling kota dengan rombongan motor yang mesinnya sudah di modifikasi sehingga menghasilkan suara yang membisingkan?
Dengan keributan yang sangat dengan membawa bendera-bendera besar sehingga membuat kemacetan dimana-mana dan pengendara lain harus mengalah, inikah yang di sebut kampanye?
Polisi pun bahkan mendukung dan tidak ada kata tilang. Apakah hal seperti ini memang mendapat dukungan penuh dari pemerintah?

Aku memang anak kecil yang tidak tahu menahu untuk masalah rumit yang seperti itu
Tapi lain hal, aku sudah mengerti mana yang baik dan mana yang buruk walaupun terkadang butuh bantuan orang lain
Tetapi apakah untuk hal ini di sebut hal yang baik karena untuk menuju masa depan yang lebih cemerlang?
Tidak adakah jalan lain yang lebih damai dan tentram lainnya yang dapat di tempuh?

Sepanjang jalan dari RSUD Wirosaban hingga Jalan Taman Siswa, aku 4x menemukan anggota kampanye yang sedang nangkring untuk memulai aksinya, 1x aku mengalah jalan karena seluruh ruas badan jalan tertutupi oleh mereka yang menaiki sepeda motor "bising"
Ketika di perempatan Jalan Taman Siswa puluhan polisi mengatur lalu lintas karena untuk memberi jalan pada orang-orang yang sedang berkampanye
Sepentingkah hal begitu sehingga lebih diutamakan jalan raya untuk orang-orang yang berkampanye?

Tujuanku ke Taman Siswa adalah untuk bimbel. Selama 1,5 jam konsentrasi hancur bener-bener hancur. Selama ini macetnya Jalan Taman Siswa disebabkan oleh kurang tertibnya para pengendara kendaraan bermotor namun macet yang tanpa bising
Tetapi kali ini...
Macet dengan suara yang sangat sangat sangat membisingkan

Aku benci Indonesia saat ini! Tidak mengerti prioritas. Tidak menghargai sesama manusia. Tidak mengerti mana yang penting mana yang percuma. Mana yang didahulukan mana yang dibelakangkan

Aku gatau mau nulis apalagi saking saking keselnya aku sama Indonesia saat ini.
Aku cuma mau curhat : aku berniat untuk belajar serius, rela-rela jauh ke Jalan Taman Siswa buat tambahan pelajaran, tapi belum sampe tempat telinga ku sakit total denger suara bisingnya motor yang NAUDZUBILLAH, sampe di tempat gak konsentrasi masih gara2 hal yang sama, pulang-pulang debu dan asap membumbung di langit menjadi satu dan bener-bener bikin sesek napas, udah dipakein masker tapi percuma, sampe dorm muka kotor total karena asep, berhasrat mandi biar badan seger dan bisa belajar lagi, alhasil kepala pusing luar biasa, dada masih kerasa sesek, kuping BUDEK.

Mohon maaf mungkin kalo ada kata-kata yang sekiranya menyakitkan hati bagi pembaca. Tapi inilah isi hati yang sesungguhnya dari Anak Indonesia yang sesebel apapun tetap mencintai negaranya dengan tetap tinggal di Indonesia.

Untuk para pemerintah yang bijaksana, adil, dan mengerti keadaan rakyatnya, mohon untuk ditindaklanjuti dengan sebaik-baiknya

Sekian dan Terimakasih untuk perhatiannya :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar