Jumat, 14 Maret 2014

Ikutan Lomba KKK :)

yang ini mudah2an kena juga, amin :3



Kursi yang Malang
           
Masa-masa di sekolah adalah hal terindah yang tak mungkin dilupakan. Berbagai kenangan indah bersama teman-teman merupakan suatu pengalaman tersendiri yang orang lain tak bisa merasakannya. Apalagi masa-masa SMA. Dimana usia yang baru tumbuhnya seorang remaja energik, dinamis, penuh tantangan, dan mencari jati diri.
            Usiaku saat ini menginjak 18 tahun, yang artinya masa dimana aku sedang menjalani masa-masa SMA akan berakhir. Beberapa minggu lagi UN akan dilaksanakan. Banyak persiapan yang aku dan teman-teman hadapi untuk menaklukan momok terberat untuk lulus dari bangku SMA. Mulai dari mengikuti bimbel, jam tambahan pagi-sore, bertanya guru, kerja kelompok, semua usaha keras kami jalan bersama-sama. Ditambah sekolahku ada sekolah baru yang muridnya masih tergolong mungil suasana kekeluargaan terasa sangat kental.
            Adalah kurang dari 20 siswa-siswi untuk angkatanku. Rata-rata dari kami berasal bukan dari daerah yang kita diami, Jogja. Dikarenakan kami semua bersekolah di sekolah asrama, maka banyak kami dari termasuk anak rantauan. Mulai dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, hingga Riau ada di kelas kami. Perbedaan itulah yang membuat kita mempunyai banyak kenangan.
            Suatu siang..
“Nduuutt.. kamu tuh ya, kalo jalan yang bener sih, tuh kan minumku tumpah, ayo di lap!” hardik Adit
“Maap-maap kakak, gak kan sengaja. Aku gak mau ngelap. Aku gak tau kain lapnya dimana” kata Bagus yang biasa di panggil gendut
“Yoh aku temenin, tapi nanti kamu yang ngelap ya” kata Ira
“Oke” balas Bagus
Tak lama kemudian..
“DEBUMMMMMM!!!!!!!”
“Baguuussssss,,, jalan yang cepet bisa gak sih, basah nih baju aku gara-gara tumpahan minumnya belum kamu lap” marah Rahman
“Wkkwkwkw, salah kamu tau basah-basah di injek, hati-hati dong kakak” ejek Bagus
“Udah-udah gek ambil lap, terus di bersihin kasihan kalo ada yang kepleset lagi” kataku
Tak lama kemudian Bagus kembali ke kelas dan membersihkan minuman yang tak sengaja ia senggol. Selama mengepel tak henti-hentinya Bagus di goda oleh teman-teman yang lain. Tingkah Bagus yang lucu ini membuat kita tidak pernah berhenti ketawa dan menggodanya.
Sebenarnya Bagus ini orangnya tidak gendut, tetapi badan dia yang gempal dan mempunyai sifat ngelucu ini yang membuat dia dipanggil gendut. Maksud dari kita memanggil dia gendut bukan pula sebuah panggilan hinaan, tetapi kita anggap panggilan kesayangan karena menurut kita dia orangnya lucu. Sehingga tidak ada kata mengejek dan marah-marah yang sesungguhnya.
Selesai mengepel, Bagus mengembalikan kain lap pel dan dengan riangnya berjalan kembali ke kelas. Karena sebagian kelas basah oleh tingkahnya, kami mengobrol di depan kelas supaya segar. Maklum sekolah kita banyak tanamannya. Di depan kelas sudah disediakan kursi panjang yang memang biasa digunakan untuk mengobrol siswa-siswi. Entah tak ada satupun dari kami yang tertarik duduk di situ. Lalu dengan gaya khasnya, Bagus duduk sambil mengangkat kaki. Tiba-tiba..
“KREEKK!! BUUUMM!!!”
“Wkkwkww, Bagus kamu kenapa lagi? Udah njatuhin minum terus matahin kursi”
Spontan kita semua terbahak-bahak hingga kami diperingatkan oleh guru. Namun apa daya. Melihat ulah Bagus yang sejak tadi membuat tertawa kali ini sudah bertingkah lagi. Parahnya ketika kita sedang tertawa yang dilakukan Bagus hanya menutupi mukanya dengan tangan tanpa berpindah tempat atau membenarkan kursi tersebut. Mukanya yang semakin lucu itu, semakin kita tidak bisa berhenti tertawa. Dengan polos dan tanpa ekspresi marah dia berkata..
“Jangan ketawa to, aku malu, lagian kalian jahat gak bilang kalo kursinya rusak, gak mau bantuin aku kalo aku jatuh, malah di ketawain pula”
Makin tertawa kita membuncah. Tapi apa daya energi kita habis untuk tertawa, kami langsung membantu Bagus berdiri dan membenarkan kursi tersebut.
Usai kejadian itu, kami tetap mengobrol dan tertawa bersama-sama. Tidak ada perasaan marah dan kesal karena kejadian tadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar