Hal
Kecil
Dewasa
ini perkembangan teknologi kian pesat. Dari zaman dahulu handphone sebesar batu bata yang besar dan memakai antena hingga
kini handphone sebesar batu bata juga
yang ringan dengan layar sentuh tidak membutuhkan waktu yang lama. Para ilmuwan
yang brilian telah menciptakan berbagai macam kecanggihan teknologi dengan
segala fasilitasnya. Namun adakalanya perkembangan teknologi yang pesat ini
membawa keuntungan dan kerugian tersendiri. Misalnya keuntungan dengan adanya
internet, jarak bukanlah masalah untuk terus menyambung tali silaturahim antar
manusia. Tidak perlulah seseorang mendatangi kerabatnya yang tinggal beda
negara hanya untuk bertanya kabar dan memastikan dia baik-baik saja, tetapi
cukup melalui handphone seseorang
sudah mengetahui kabar kerabatnya dengan mudah. Atau ketika seorang murid yang
sedang sakit tapi ingin tetap mengikuti pelajaran di sekolah, antara guru dan
murid tersebut dapat langsung bertatap muka tanpa bertemu, semisal menggunakan skype. Tetapi dengan munculnya teknologi
yang canggih ini ada beberapa orang yang menyelewangkan manfaatnya. Contoh
anak-anak sekolah yang tugasnya adalah belajar, mereka justru lupa waktu oleh game yang mereka dapatkan dari internet.
Berjam-jam waktu mereka habiskan untuk bermain game hingga beberapa dari mereke lupa akan tugas sekolah, bahkan
ada yang rela bolos sekolah hanya untuk menyelesaikan level demi level.
Namun
selain internet, yang akhir-akhir ini banyak digunakan adalah gadget. Berbagai
macam merek dan jenis gadget muncul di pasaran belakangan ini. Para
penggunanyapun tidak hanya orang-orang dewasa yang berkepentingan untuk
memudahkan pekerjaannya. Akan tetapi para remaja hingga anak-anak kecil tak
luput dari genggaman benda imut yang pintar ini. Macam gadget, bentuk, warna
dan merek sangat banyak beredar. Harganyapun bermacam-macam. Tak heran baik
tua-muda, kaya-miskin semua bisa menggunakan dengan mudah. Yang menarik dari
sekian komentar adalah fasilitas yang ada dalam gadget tersebut. Ketika zaman
dahulu, handphone hanya berfungsi untuk
telfon dan berkirim SMS (Short Message
Service), namun sekarang jaringan internet dengan mudah tersambung melalui
gadget. Tak hanya itu, berbagai account social media muncul begitu banyak
hingga memudahkan segala aksesnya. Akan tetapi di balik kemudahan dan
kecanggihan tersebut ada satu masalah yang sangat disayangkan. Yaitu kurangnya
interaksi sosial dengan lingkungan sekitar. Kebanyakan anak-anak sekarang lebih
sering fokus kepada gadgetnya. Dimanapun dan kapanpun mereka berada tak
ketinggalan gadget tergenggam di tangan mereka. Bahkan tak sedikit dari
memiliki lebih dari satu gadget. Lihatlah di tempat-tempat umum atau lingkungan
sekitar anda, berapakah manusia yang tidak menggenggam gadget di saat mereka
menunggu sesuatu atau hanya sekadar mengganggu waktu.
Disinilah
efek buruk akibat kecanggihan teknologi yang dapat dinikmati siapapun. Bayangkan,
hanya karena sebuah gadget seseorang tidak akan peduli dengan lingkungan dan
fokus dengan gadget sendiri. Contohnya ketika lebaran tiba, di saat waktu-waktu
berkumpul dengan keluarga sebagian dari kita juga asyik dengan dunia sendiri,
padahal waktu-waktu berkumpul tersebut seharusnya digunakan untuk mengobrol
dengan keluarga yang jarang bertemu. Itu contoh hal yang umum, coba kita lihat
contoh hal-hal sepele yang mungkin jarang sekali kita lakukan padahal itu
sangat besar manfaatnya. Contohnya ketika habis makan, ada sebagian yang hanya
meletakkan piring kotornya di meja makan begitu saja, ada yang meletakkan di
tempat cuci piring lalu di cucinya sendiri. Disini semisalkan kita sebagai
majikan yang tinggal menyuruh pembantu kita membersihkan meja makan, apakah
pernah kita mengucapkan “terimakasih” kepada pembantu yang sudah membantu kita?
Contoh lain ketika hendak melewati orang yang lebih tua, apakah masih ada yang
ingat untuk mengucapkan “permisi”? Ketika kita tidak sengaja menabrak orang
lain ketika sedang berdesak-desakan dalam bus, masihkah ada yang mengucapkan “minta
maaf” kepada orang yang tertabrak?
Melihat
kejadian ironi yang sering kita temui tersebut, sebenarnya salah siapa? Atau akibat
dari apakah semua itu terjadi? Jika kita mau menelaah dan memperbaiki diri,
semua kesalahan dapat tiada jika kita mau memperbaiki diri.
# huwaa~ ini masih bahasa yg ancur banget :( bakal dapet revisi gimana parahnya ya? heheheee.. mudah2an gak parah2 amat deh yaa.. lagi gada ide nihhh :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar