Kamis, 23 Januari 2014

Essay 1 buat Antologi *masa revisi u.u*



Hal Kecil
Dewasa ini perkembangan teknologi kian pesat. Dari zaman dahulu handphone sebesar batu bata yang besar dan memakai antena hingga kini handphone sebesar batu bata juga yang ringan dengan layar sentuh tidak membutuhkan waktu yang lama. Para ilmuwan yang brilian telah menciptakan berbagai macam kecanggihan teknologi dengan segala fasilitasnya. Namun adakalanya perkembangan teknologi yang pesat ini membawa keuntungan dan kerugian tersendiri. Misalnya keuntungan dengan adanya internet, jarak bukanlah masalah untuk terus menyambung tali silaturahim antar manusia. Tidak perlulah seseorang mendatangi kerabatnya yang tinggal beda negara hanya untuk bertanya kabar dan memastikan dia baik-baik saja, tetapi cukup melalui handphone seseorang sudah mengetahui kabar kerabatnya dengan mudah. Atau ketika seorang murid yang sedang sakit tapi ingin tetap mengikuti pelajaran di sekolah, antara guru dan murid tersebut dapat langsung bertatap muka tanpa bertemu, semisal menggunakan skype. Tetapi dengan munculnya teknologi yang canggih ini ada beberapa orang yang menyelewangkan manfaatnya. Contoh anak-anak sekolah yang tugasnya adalah belajar, mereka justru lupa waktu oleh game yang mereka dapatkan dari internet. Berjam-jam waktu mereka habiskan untuk bermain game hingga beberapa dari mereke lupa akan tugas sekolah, bahkan ada yang rela bolos sekolah hanya untuk menyelesaikan level demi level.
Namun selain internet, yang akhir-akhir ini banyak digunakan adalah gadget. Berbagai macam merek dan jenis gadget muncul di pasaran belakangan ini. Para penggunanyapun tidak hanya orang-orang dewasa yang berkepentingan untuk memudahkan pekerjaannya. Akan tetapi para remaja hingga anak-anak kecil tak luput dari genggaman benda imut yang pintar ini. Macam gadget, bentuk, warna dan merek sangat banyak beredar. Harganyapun bermacam-macam. Tak heran baik tua-muda, kaya-miskin semua bisa menggunakan dengan mudah. Yang menarik dari sekian komentar adalah fasilitas yang ada dalam gadget tersebut. Ketika zaman dahulu, handphone hanya berfungsi untuk telfon dan berkirim SMS (Short Message Service), namun sekarang jaringan internet dengan mudah tersambung melalui gadget. Tak hanya itu, berbagai account social media muncul begitu banyak hingga memudahkan segala aksesnya. Akan tetapi di balik kemudahan dan kecanggihan tersebut ada satu masalah yang sangat disayangkan. Yaitu kurangnya interaksi sosial dengan lingkungan sekitar. Kebanyakan anak-anak sekarang lebih sering fokus kepada gadgetnya. Dimanapun dan kapanpun mereka berada tak ketinggalan gadget tergenggam di tangan mereka. Bahkan tak sedikit dari memiliki lebih dari satu gadget. Lihatlah di tempat-tempat umum atau lingkungan sekitar anda, berapakah manusia yang tidak menggenggam gadget di saat mereka menunggu sesuatu atau hanya sekadar mengganggu waktu.
Disinilah efek buruk akibat kecanggihan teknologi yang dapat dinikmati siapapun. Bayangkan, hanya karena sebuah gadget seseorang tidak akan peduli dengan lingkungan dan fokus dengan gadget sendiri. Contohnya ketika lebaran tiba, di saat waktu-waktu berkumpul dengan keluarga sebagian dari kita juga asyik dengan dunia sendiri, padahal waktu-waktu berkumpul tersebut seharusnya digunakan untuk mengobrol dengan keluarga yang jarang bertemu. Itu contoh hal yang umum, coba kita lihat contoh hal-hal sepele yang mungkin jarang sekali kita lakukan padahal itu sangat besar manfaatnya. Contohnya ketika habis makan, ada sebagian yang hanya meletakkan piring kotornya di meja makan begitu saja, ada yang meletakkan di tempat cuci piring lalu di cucinya sendiri. Disini semisalkan kita sebagai majikan yang tinggal menyuruh pembantu kita membersihkan meja makan, apakah pernah kita mengucapkan “terimakasih” kepada pembantu yang sudah membantu kita? Contoh lain ketika hendak melewati orang yang lebih tua, apakah masih ada yang ingat untuk mengucapkan “permisi”? Ketika kita tidak sengaja menabrak orang lain ketika sedang berdesak-desakan dalam bus, masihkah ada yang mengucapkan “minta maaf” kepada orang yang tertabrak?
Melihat kejadian ironi yang sering kita temui tersebut, sebenarnya salah siapa? Atau akibat dari apakah semua itu terjadi? Jika kita mau menelaah dan memperbaiki diri, semua kesalahan dapat tiada jika kita mau memperbaiki diri.

 # huwaa~ ini masih bahasa yg ancur banget :( bakal dapet revisi gimana parahnya ya? heheheee.. mudah2an gak parah2 amat deh yaa.. lagi gada ide nihhh :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar