Jumat, 17 Oktober 2014

Miss it :((

Aku disini dan aku sendiri
Sendiri dalam diam yang tak kunjung reda

Malam ini ketika aku makan malam di suatu angkringan
Aku kangen, aku rindu dengan saat-saat tak terlupakan itu
Ketika dimana aku bertemu dengan sahabat-sahabat tercinta
Merekalah yang membuat aku nyaman pada lingkaran mereka
Suasana yang belum pernah aku dapatkan sebelumnya

Saat aku membutuhkan pelukan hangat, merekalah yang memberikan pelukan itu
Saat aku membutuhkan pundak untuk melepas kesal, pundak merekalah yang siap mendengarkanku
Saat aku membutuhkan tissue untuk menyeka tangisku, mereka seolah menjadi tissue tuk mendengar tangisku

Ya Rabb yang Maha Pengasih.. YA Rabb yang Maha Pendengar

Aku rindu suasana itu, Aku ingin kembali merasakannya

Senin, 11 Agustus 2014

Hati Baru

Ada yg pernah ngrasain sakit hati?
Pasti semuanya pernah kan...
Entah sakit hati oleh siapapun pasti tak ada yg tak pernah merasakan

Beberapa saat yg lalu aku baru merasakannya. Bukan sakit hati karena ditinggalin pacar atau dikhianati. Tapi sakit hati karena sahabat. Ya sahabat!
Mungkin definisi sahabat pada umumnya teman yg sangat dekat oleh kita yg siap menemani kita dalam keadaan senang maupun duka, yg bisa membawa kita ke dalam kebaikan.
Aku punya sahabat yg sudah ku anggap seperti kakak sendiri. Akhir2 ini dia berubah. Sangat2 cuek. Tiap kali aku cerita rasanya seperti angin lalu

_next_

Kamis, 31 Juli 2014

H+4 Lebaran 1435 H

Alhamdulillah ramadhan telah usai
saatnya tuk menjaga hati agar tetap bersih seperti kertas putih tanpa noda saat dilahirkan dulu

Akan tetapi namanya setan dimana-mana dan pintar menghasut manusia
Ada saja hal yang membuat dosa
Apalagi yang namanya perempuan kadang tak bisa lepas dari "ghibah"
Atau perasaan manusia yang kadang tak bisa luput dari iri atau sombong

Manusia diciptakan oleh Sang Kholik mempunyai kelebihan dan kekurangan masing2 baik itu menonjol maupun tidak
Tetapi jangan mentang punya kelebihan yang lebih dari orang lain terus di share kemana, dan yang kekurangannya lebih menonjol jangan menjadi rendah diri

Sesungguhnya Allah tau dimana letak kesanggupan hambanya dalam menyelesaikan masalahnya

disini sang penulis tidak bermaksud menyombongkan diri yaaa
sama sekali enggaakkk
karena sebenarnya sang penulis sedang butuh lecutan yang keras dan berarti untuk kehidupan masa depannya

Mudah2an yang sedikit dan tersirat bisa diresapi sekaligus di ambil hikamahnya oleh siapapun orang yang membaca

Thanks for your time ;)

Salam

Senin, 28 Juli 2014

Anak Sulung

Aku di lahirkan 18 tahun yg lalu oleh kedua orangtuaku yang hebat
Orangtua yg hebat yg bisa mendidik anak2nya hingga dewasa ini
3 tahun setelah aku dilahirkan lahir lagi seorang anak dan 9 tahun kemudian lahir lagi seorang bocah
Akhirnya aku menjadi anak sulung 2 besaudara

Mungkin sebgian anak kecil beranggapan menjadi anak sulung adalah posisi yg menyenangkan
Karena bisa nyurh2lah, seenaknya sendirilah, mbentak2lah
'Tapi ketahuilah wahai anak kecil, menjadi anak sulung tak semudah apa yg kalian bayangkan, rumit'
Jika ku bisa memilih aku tak mau menjadi anak sulung, akan tetapi takdirlah yg menentukan ini semua, dan mau tidak harus ku jalani dengan sepenuh hati serta penuh tanggung jawab

Banyak suka duka yg dirasakan menjadi anak sulung
Sulit untuk diceritakan betapa WAW nya menjadi anak sulung
Aku hanya manusia biasa yg terkadang dapat merasakan, menikmati, ikhlas dengan apa yg sudah menjadi takdirku
Banyak keluh kesahku yg terpaksa aku pendam dan menjadi beban buatku

Ya Allah Ya Tuhanku
Kuatkanlah daku, beri aku kesabaran, beri aku keikhlasan, aku hanyalah makhluk mu yg lemah dan tidak berdaya

Sabtu, 05 April 2014

UPrak Indonesia :D



 Alhamdulillah, kelar juga Ujian Prakteknyaa
tinggal UN :D BIssmillaah,, Allah bersama mu selalu nak ({})

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...
            Yang terhormat Direktur LPIT BIAS Ibu Lilik Indriati
            Yang saya hormati kepala SMA BIAS Ibu Bariyah
            Yang saya hormati guru-guru dan karyawan
            Yang saya cintai teman-teman sekalian

            Alhamdulillahhi rabbil alamin washolatuwassalamu ala asyrofil ambya iwal muraslin wa ala aalihi wasohbihi ajma’in. Amma badu.
            Sebelumnya mari kita ucapkan puji syukur kepada Allah swt yang telah memberikan kesehatan, kenikmatan hidup, sehingga kita dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat.
            Pada kesempatan kali ini saya akan berpidato mengenai efek dari kecanggihan teknologi. Dewasa ini teknologi makin hari kian canggih. Misalnya handphone. Mulai dari merek, bentuk, warna sangat beragam dan banyak sekali pilihan harganya. Ada yang murah dan ada yang pula yang mahal, tergantung dari jenisnya. Tak heran bila belakangan ini tidak ada satu orang yang tidak memegang handphone, entah itu berasal dari kalangan bawah maupun kalangan atas.
            Handphone yang banyak dipilih oleh rata-rata masyarakat kebanyakan adalah smartphone. Fitur yang disediakan pada samrtphone ini sangat beragam. Sehingga ketertarikan pada handphone lebih banyak ketimbang ketertarikan pada dunia luar.
            Yang mengherankan pula, tidak hanya para orangtua atau orang dewasa yang membutuhkan yang mempunyai handphone canggih ini. Bahkan anak-anak kecil di bawah umur sudah terbiasa, bisa jadi sebuah kebutuhan yang wajib. Apabila para orangtua zaman dulu membutuhkan handphone untuk berkomunikasi dan bekerja, anak-anak sekarang menjadi sebuah kebutuhan penting. Banyak di antara para remaja yang merasa hidupnya hampa tanpa handphone. Parahnya lagi apabila dengan adanya handphone muncul kegiatan-kegiatan negatif ataupun kejahatan-kejahatan yang muncul.
            Hal yang memprihatinkan adalah ketika fantasi anak-anak sekarang tertuju pada handphone yang di genggamnya, bukan lagi kelereng ataupun bola kasti seperti dulu kala. Hidupnya yang monoton, kurang gerak, dan asik pada dunianya menjadikan sifat yang muncul menjadi buruk. Misalnya tidak peduli, cuek, acuh, yang diakibatkan oleh asiknya di dunia sendiri.
            Bahkan ketika ada seseorang yang membutuhkan bantuan, mereka sangat acuh dan tidak peduli. Sangat ironis. Hanya karena sebuah handphone semuanya menjadi terduakan. Padahal manfaat handphone sebenarnya bukan untuk mencari fantasi dunia sendiri.
            Ketika seorang anak melewati orang yang lebih tua, jarang yang mengucapkan kata permisi, seolah dirinya sendiri tidak ada orang lain. Atau ketika diberi pertolongan jarang bahkan tidak pernah mengucapkan terimakasih. Hal lain ketika dia tidak sengaja ataupun sengaja melakukan kesalahan kepada orang lain sangat kecil terjadi akan mengucapkan kata minta maaf.
            Mudah-mudahan dengan adanya sedikit pencerahan ini dapat dijadikan pelajaran untuk diri sendiri dan oranglain. Mungkin juga dapat diajarkan kepada orang lain, agar budaya sopan santun orang indonesia tidak luntur dan generasi kedepan tetap mempunyai moral, akhlak dan sikap yang bagus kepada siapapun, kapanpun dan dimanapun.
            Sekian pidato dari saya. Terimakasih atas perhatian bapak ibu. Mohon maaf jika ada kata salah.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Sabtu, 22 Maret 2014

H-19 Menjelang Pemilu

Miris melihat pemandangan di jalan besar akhir-akhir ini
Setelah kampanye terbuka di mulai, para parpol turun ke jalan untuk mengampanyekan partai mereka
Akan tetapi kenapa cara mereka berkampanye merusak ketenangan secara tiba-tiba?

Inikah Indonesia "Cinta Damai"?
Inikah Indonesia "Negara Demokrasi"?
Inikah Indonesia "Bebas Berpendapat"?

Kenapa mereka merusak pemandangan dengan memampang berbagai macam spanduk di antar pepohonan yang melintang di atas jalan raya? Yang bisa merusak pepohonan dan mengganggu penglihatan para pengemudi?
Kenapa mereka memasang berbagai atribut selain spanduk yang juga merusak pemandangan dan mengotori?
Yang menyebalkan..
Haruskah mereka berkeliling kota dengan rombongan motor yang mesinnya sudah di modifikasi sehingga menghasilkan suara yang membisingkan?
Dengan keributan yang sangat dengan membawa bendera-bendera besar sehingga membuat kemacetan dimana-mana dan pengendara lain harus mengalah, inikah yang di sebut kampanye?
Polisi pun bahkan mendukung dan tidak ada kata tilang. Apakah hal seperti ini memang mendapat dukungan penuh dari pemerintah?

Aku memang anak kecil yang tidak tahu menahu untuk masalah rumit yang seperti itu
Tapi lain hal, aku sudah mengerti mana yang baik dan mana yang buruk walaupun terkadang butuh bantuan orang lain
Tetapi apakah untuk hal ini di sebut hal yang baik karena untuk menuju masa depan yang lebih cemerlang?
Tidak adakah jalan lain yang lebih damai dan tentram lainnya yang dapat di tempuh?

Sepanjang jalan dari RSUD Wirosaban hingga Jalan Taman Siswa, aku 4x menemukan anggota kampanye yang sedang nangkring untuk memulai aksinya, 1x aku mengalah jalan karena seluruh ruas badan jalan tertutupi oleh mereka yang menaiki sepeda motor "bising"
Ketika di perempatan Jalan Taman Siswa puluhan polisi mengatur lalu lintas karena untuk memberi jalan pada orang-orang yang sedang berkampanye
Sepentingkah hal begitu sehingga lebih diutamakan jalan raya untuk orang-orang yang berkampanye?

Tujuanku ke Taman Siswa adalah untuk bimbel. Selama 1,5 jam konsentrasi hancur bener-bener hancur. Selama ini macetnya Jalan Taman Siswa disebabkan oleh kurang tertibnya para pengendara kendaraan bermotor namun macet yang tanpa bising
Tetapi kali ini...
Macet dengan suara yang sangat sangat sangat membisingkan

Aku benci Indonesia saat ini! Tidak mengerti prioritas. Tidak menghargai sesama manusia. Tidak mengerti mana yang penting mana yang percuma. Mana yang didahulukan mana yang dibelakangkan

Aku gatau mau nulis apalagi saking saking keselnya aku sama Indonesia saat ini.
Aku cuma mau curhat : aku berniat untuk belajar serius, rela-rela jauh ke Jalan Taman Siswa buat tambahan pelajaran, tapi belum sampe tempat telinga ku sakit total denger suara bisingnya motor yang NAUDZUBILLAH, sampe di tempat gak konsentrasi masih gara2 hal yang sama, pulang-pulang debu dan asap membumbung di langit menjadi satu dan bener-bener bikin sesek napas, udah dipakein masker tapi percuma, sampe dorm muka kotor total karena asep, berhasrat mandi biar badan seger dan bisa belajar lagi, alhasil kepala pusing luar biasa, dada masih kerasa sesek, kuping BUDEK.

Mohon maaf mungkin kalo ada kata-kata yang sekiranya menyakitkan hati bagi pembaca. Tapi inilah isi hati yang sesungguhnya dari Anak Indonesia yang sesebel apapun tetap mencintai negaranya dengan tetap tinggal di Indonesia.

Untuk para pemerintah yang bijaksana, adil, dan mengerti keadaan rakyatnya, mohon untuk ditindaklanjuti dengan sebaik-baiknya

Sekian dan Terimakasih untuk perhatiannya :)

Selasa, 18 Maret 2014

Inspirasi

Share sedikit cerita
Selamat membacaa.. :)



Ketika saya kuliah di IPB dulu mengalami kesulitan financial yang amat sangat. Bekal dari orang tua tidak cukup. Pernah tidur di Masjid kampus selama lebih dari satu tahun. Bisa makan dua kali sehari merupakan satu prestasi. Saya berkirim surat kepada guru saya, saudara saya yang secara ekonomi lebih mapan dan juga orang-orang kaya di kampung untuk meminta bantuan. Dengan harapan mereka bersedia mengulurkan tangan kepada saya, karena saya satu-satunya orang yang kuliah di IPB, baik di kampung saya maupun asal sekolah saya. Respon yang saya terima pertama kali dari ibu Ade Meliza guru saya, ia mengirimkan kamus bahasa Inggris kepada saya. Saya sangat senang mendapat kiriman kamus itu walau memang yang saya butuhkan ketika itu uang untuk menyambung hidup bukan kamus. Di saat puncak kesulitan saya bermunajat kepada Allah. Dan melalui siapakah dia menolong?

Kang Paiman. Dia adalah putra bude saya yang tinggal di Kutoarjo Jawa Tengah. Di sore hari menjelang malam disertai hujan gerimis ia datang ke Bogor dengan membawa kardus berisi beras, pisang, mie instant, ikan asin dan makanan ringan khas Kutoarjo (klanthing). Saya tidak menduga sama sekali dia datang. Untuk mencari alamat saya. Ia membutuhkan waktu setengah hari dengan memanggul kardus itu. Dari Kutoarjo ia berangkat sore hari naik Damri menuju Bogor. Pagi hari ia sudah sampai di Bogor. Ia bingung harus mencari kemana? Ditunggu di kampus tak ketemu karena ternyata mahasiswanya ribuan. Tanya puluhan orang yang lewat di dalam kampus tidak ada yang tahu nama Jamil.

Setelah bermandikan keringat dan lelah mencari saya, dia pergi ke masjid untuk sholat mahgrib dan melepas lelah. Dia berniat menginap juga di masjid itu dan tak akan pulang ke Kutoarjo sebelum bertemu dengan saya. Namun tanpa diduga, usai sholat maghrib dia melihat saya dan tanpa ragu kemudian ia memeluk saya begitu erat sambil menangis tersedu-sedu. Saya sendiri bingung, karena tidak tahu siapa yang memeluk saya karena sudah lebih dari 10 tahun tidak bertemu dengannya. Sambil terus menangis dan memeluk saya dia mengatakan “Mil ini kang Paiman” saat itulah tangis saya tak terbendung.

Air mata saya semakin membasahi pipi setelah ia menyerahkan kardus yang sangat berat berisi beras, pisang, mis intant, ikan asin dan klanthing. Kardus yang berat itu terus ia panggul ketika mencari saya. Ketika menyerahkan kardus itu ia mengatakan “Kang Paiman gak punya apa-apa jadi hanya membawa ini. Alhamdulillah kang Paiman juga punya sedikit rizki, ini ada lima puluh ribu, kamu terima semoga bisa sedikit membantu kamu kuliah. Saya berharap kamu bisa selesai kuliah jadi insinyur pertanian” Perasaan saya ketika itu berkecamuk antara haru dan bangga dengan kang Paiman. Ternyata Allah menolong kegelisahan saya melalui Kang Paiman yang hanya tukang kebun di SD Negeri Gentan Kutoarjo dengan gaji yang tidak seberapa. Padahal, sayapun tidak berkirim surat meminta tolong kepada kang Paiman.

Sejak saat itu komitmen saya untuk menjadi insinyur pertanian semakin kuat. Saya ingin membalas harapan dan kebaikan yang telah kang Paiman berikan kepada saya. Dan hingga kinipun nama Kang Paiman masih terpatri kuat di dalam pikiran dan hati saya. Tanpa peran kang Paiman mungkin saya tidak akan menjadi insinyur pertanian dan menjadi Jamil yang sekarang. Terima kasih kang Paiman, sang tukang kebun yang begitu mulia.

-dari bapak di kiriim via email. thanks dady ({})-

Minggu, 16 Maret 2014

First Day :*

alhamdulillah hari ini ujian hari pertama
sakjane gak pertama juga sih lah dari kemarin udah uprak kok, hehe

pertama kali uprak itu bahasa indonesia
buat essay untuk antologi lulusan
dan itu udah aku posting beberapa minggu yang lalu XD

terus kedua harusnya pidato bahasa indonesia juga
tapi berhubung waktu itu ada libur bulanan dan segala macemnya, so jadi di undur deh

yang ketiga uprak fisika. kalo yang ini susah susah gampang. lah pie gak dikata susah wong suruh ngerangkai listrik kok, terus gimana gak gampang wong listriknya pendek kok, wkwkkw

yang keempat olahragaaa.. wues buset dah~ yang ini asyik bin kesel. but secara selama kelas 12 pacarannya sama buku terus kok tiba2 badan suruh gerak semua. mana gerakannya langsung ekstrim pula. ada vitro, lari katak, lari sprint, situp. asli deh, paginya badan kaku semua, terutama bagian lengan, paha sama perut. jelaslah yang namanya situp kalo gak kebiasa langsung kram, lengan di buat lempar bola basket yo jadi kaget.

terus yang ke.. lima ya, hehhe.. itu uprak kimia.. ini mash asik men, soalnya kita suruh ngamatin indikator asam basa pake bunga. jadi sorenya kita cari bunga, njuk bunganya di tumbuk, di kasih sedikit air, habis itu di tetesi macem2 bahan kimia, yang hasilnya warna ada yang berubah ada yang enggak. misalnya nih air bunga sepatu, kan tadinya warna coklat ya, pas ditetesi asam langsung warna merah! subhanallah Allah menciptakan segala sesuatunya serba indah. mana ada manusia bisa bikin yang begituan, hehehe

next..

hari ini dengan badan yang pegel2 setelah uprak olahraga kemarin sabtu dan ikut famday di BIAS *this is my school :D* kita semua kelas 12 yang bentar lagi lulus dan jadi anak kuliahan *amin* menjalani usek. usek is ujian sekolah yang nilainya ini juga menetukan kelulusan.

jam pertama itu PAI. PAI is Pendidikan Agama Islam. yes! kalo yang ini sedikit agak rumit. soalnya materi agama yang biasa kita pelajari agak berbeda sama materi pendidikan agamanya dinas. mana materinya ada yang belum selese pula~ huftt.. tapi gak boleh ngeluh donk! HARUS TETAP SEMANGAT dan CERIA untuk menghadapi hari-hari selanjutnya :)
terus jam kedua bahasa indonesia. kalo yang ini cobaan banget. habis mikir PAI tuh ya tenaga nya terkuras banyak, jadi bisa di bilang energi pagi tadi dr sarapan udah habis. njuk jadi ngantuk2 kelaperan gicuu.. padahal indoonesia mikirnya juga berat loh, hehehe... tapi tak apa, setiap mau mulai ngerjakan apapun tetap harus baca basmallah dan optimis :D

sekian isi hatiku hari ini :) aku mau belajar untuk usek hari esok.. doanya all ({})

Jumat, 14 Maret 2014

Ikutan Lomba KKR :D

hahaha,,, tadi harusnya yang di posting ini dulu.. berhubung tadi disconnect jadi ketinggalan deh

mudah2an kerja kerasku ada hasilnya ya allah
amin :D



Rinai Hujan di Sore Hari

Di suatu sore..
“Ira kamu kenapa?”
            “Gapapa kok”
            “Yakin gapapa? Aku beliin makan ya? Aku beliin obat ya?”
            “Gak usah aja Nis, aku gapapa kok”
            Aku Ira, seorang anak yang sedang bersekolah di sekolah jurnalis di salah satu koran Jogja. Sore itu aku dan teman-temanku sedang rapat membicarakan tema edisi depan. Tetapi tiba-tiba penyakitku kambuh. Udah beberapa bulan ini aku terkena maag yang tergolong parah. Setiap aku telat makan atau makan sesuatu yang ada unsur pedasnya perutku luar biasa sakit.
            Pagi tadi aku baru ikut sepedaan santai yang diselenggarakan sekolahku. Rutenya dari sekolahku di daerah pinggiran Kota Jogja hingga Taman Pintar di Malioboro. Tiba di Taman Pintar kita harus melalui game-game. Tapi sebelum itu, panitia acara telat memberikan sarapan pagi untuk para peserta hingga menjelang siang sarapan tersebut bari tiba. Lepas siang hari acara tersebut selesai, aku langsung kembali ke rumah untuk mengembalikan sepeda dan berangkat ke kantor redaksi untuk rapat.
            Aku beranggapan sebelum rapat mau mampir ke warung untuk makan siang. Entah kenapa tak ada satu warung yang membuatku selera. Daripada kelaparan di tengah rapat aku mampir ke toko membeli susu dan roti untuk mengganjal perut. Akhirnya ku paksakan diri untuk mengikuti rapat dan menunggu angkringan di depan kantor buka.
            Selama rapat berlangsung aku tidak merasakan hawa-hawa sakit. Tetapi tiba-tiba maag ku kambuh seketika. Beruntung ruang rapatnya berselonjor di bawah, aku langsung dibaringkan oleh teman-temanku. Awalnya teman-temanku berpikir untuk mengantarkanku pulang, tetapi mereka tidak tega melihatku menahan sakit selama perjalanan pulang nanti.
            “Ra, handphone kamu mana? Sini pinjem aku, mau bilang ayah suruh jemput aku, punyaku mati.” kata Fifi
            “Nih, jangan nelfon tapi ya, gak ada pulsanya.” sahutku
            Karena aku mendadak sakit, akhirnya rapat dibubarkan dan aku tergeletak lemah. Satu persatu temanku pulang, hanya tinggal Fifi dan Anis yang menemaniku.
            “Aku pulang dulu ya Ra, di anter sama Anis ke halte” pamit Fifi
            “Yaudah hati-hati ya, nanti kunci nya aku kasih ke satpam” balasku
            Tinggallah aku seorang diri di ruangan itu. Saking sakitnya aku kemudian tertidur hingga terdengar pintu diketuk pelan.
“Sayang kamu kenapa? Kok gak bilang kalo sakit?” katanya
“Heh? Siapa kamu? Kok tau aku sakit?” balasku
Tiba-tiba....
“Surprise Ira sayaang, hahaa.. Tadi aku pinjem handphone kamu buat ngasih tau ke pacarmu kalo kamu sakit, terus barusan aku sama Anis beliin roti, obat, susu buat ngganjel perutmu, ku pikir dia datengnya lama, eh barengan ternyata” kata Fifi yang mendadak muncul.
            Ya ampun! Aku seketika speechless. Sebaik ini kah temen aku? Yang diam-diam berbohong pinjem HP buat kasih kabar ke pacar aku? Sebaik ini kah pacar aku yang rela dateng buat jemput aku? Bagi Kak Rama apakah aku lebih penting ketimbang UN? Rela buang duit bayar taksi buat jemput aku karena gak ada kendaraan?
            Sekitar setengah jam kami mengobrol sambil aku menghabiskan makanan yang mereka belikan, Fifi dan Anis pamit pulang. Tinggallah aku dan Kak Rama yang belum pulang. Belum sempat aku berbicara, Kak Rama langsung mengajakku keluar dari ruangan dan menyerahkan kunci ruangan ke satpam.
Tiba di tepi jalan raya, Kak Rama menghentikan sebuah taksi. Ku pikir dia akan mengantarku pulang, tetapi Kak Rama bilang ke supir taksi minta diantarkan ke Malioboro. Bukan pertama kalinya juga sih aku jalan-jalan sama dia. Tapi baru pertama kali ini, dia ngajak aku jalan tanpa minta persetujuanku. Yang menyebalkan adalah ketika sampe di Malioboro tiba-tiba hujan turun sangat deras. Kebetulan aku sedang tidak membawa payung. Akhirnya kita mencari tempat berteduh sementara. Lalu kami mampir ke sebuah angkringan.
“Dih gak elite banget sih makan di tempat ginian, di dalem mall aja kenapa?” sewotku
“Kenapa sih? Gak mau aku traktir? Lagian romantisan di sini kali, teduh, bisa ngobrol lama, mau makan sepuasnya aku traktir deh yang lagi sakit, hehe” balasnya tenang
            Lagi-lagi aku speechless. Aku diam dalam lebatnya hujan. Tidak lama langit terlihat terang. Kak Rama mengajakku untuk menelusuri jalanan malioboro hingga Km 0. Aku memberontak karena sangat jauh jarak yang akan kami lalui, dengan santainya Kak Rama berjalan meninggalkanku. Apa boleh buat? Aku pun mengikutinya karena takut ditinggal.
“Ih katanya gak mau jalan jauh, takut capek, ntar keringetan. Sini situ deket sayang, lagian sama aku ini, di sambi ngobrol juga gak kerasa, hahahaa.. itung-itung kurusin badan tuh, biar langsingan dikit” ejeknya dengan muka polos
            “Hem.. ikut aja deh”
            Dalam hati aku bersorak riang karena punya waktu banyak dengan Kak Rama. Sepanjang perjalanan tak henti-hentinya aku dan Kak Rama berceloteh sambil bercanda. Tak terasa langit mulai gelap pertanda malam tiba dan Km 0 telah kami lampaui.
“Makan lagi yuk, anggep aja tadi makan siang sekalian ngobatin penyakitmu itu, sekarang waktunya makan malem. Nanti habis makan langsung pulang ya, aku anter deh sampe gerbang rumahmu,  gak baik loh cewek keluyuran malem-malem, nanti dicariin mama gimana yooh, haha” ledeknya
            “Oke oke up to you sih, haha”
            Kenyang makan keduaku, kami langsung mencari taksi dan pulang. Tiba di halaman rumahku..
            “Makasih ya sayang udah nemenin jalan hari ini, doain aku UN nya lancar, besok lagi jalan habis aku UN ya, hehe”
            “Iya kak, makasih juga udah rela-relain njemput”
            “Sante aja kali, aku seneng kok bisa nemenin kamu, gak ada apa-apanya aku ini cuma njemput kamu di banding kamu nemenin aku jalan sesorean ini”
            Huwaaaa... Aku gak bisa ngomong apa-apa lagi! Perlahan aku keluar dari taksi dan meninggalkan senyum untuk Kak Rama. Kak Rama pun membalas senyuman hingga perlahan taksi tersebut meninggalkanku yang sedang senang dan mengantarkan Kak Rama pulang ke rumah.

Ikutan Lomba KKK :)

yang ini mudah2an kena juga, amin :3



Kursi yang Malang
           
Masa-masa di sekolah adalah hal terindah yang tak mungkin dilupakan. Berbagai kenangan indah bersama teman-teman merupakan suatu pengalaman tersendiri yang orang lain tak bisa merasakannya. Apalagi masa-masa SMA. Dimana usia yang baru tumbuhnya seorang remaja energik, dinamis, penuh tantangan, dan mencari jati diri.
            Usiaku saat ini menginjak 18 tahun, yang artinya masa dimana aku sedang menjalani masa-masa SMA akan berakhir. Beberapa minggu lagi UN akan dilaksanakan. Banyak persiapan yang aku dan teman-teman hadapi untuk menaklukan momok terberat untuk lulus dari bangku SMA. Mulai dari mengikuti bimbel, jam tambahan pagi-sore, bertanya guru, kerja kelompok, semua usaha keras kami jalan bersama-sama. Ditambah sekolahku ada sekolah baru yang muridnya masih tergolong mungil suasana kekeluargaan terasa sangat kental.
            Adalah kurang dari 20 siswa-siswi untuk angkatanku. Rata-rata dari kami berasal bukan dari daerah yang kita diami, Jogja. Dikarenakan kami semua bersekolah di sekolah asrama, maka banyak kami dari termasuk anak rantauan. Mulai dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, hingga Riau ada di kelas kami. Perbedaan itulah yang membuat kita mempunyai banyak kenangan.
            Suatu siang..
“Nduuutt.. kamu tuh ya, kalo jalan yang bener sih, tuh kan minumku tumpah, ayo di lap!” hardik Adit
“Maap-maap kakak, gak kan sengaja. Aku gak mau ngelap. Aku gak tau kain lapnya dimana” kata Bagus yang biasa di panggil gendut
“Yoh aku temenin, tapi nanti kamu yang ngelap ya” kata Ira
“Oke” balas Bagus
Tak lama kemudian..
“DEBUMMMMMM!!!!!!!”
“Baguuussssss,,, jalan yang cepet bisa gak sih, basah nih baju aku gara-gara tumpahan minumnya belum kamu lap” marah Rahman
“Wkkwkwkw, salah kamu tau basah-basah di injek, hati-hati dong kakak” ejek Bagus
“Udah-udah gek ambil lap, terus di bersihin kasihan kalo ada yang kepleset lagi” kataku
Tak lama kemudian Bagus kembali ke kelas dan membersihkan minuman yang tak sengaja ia senggol. Selama mengepel tak henti-hentinya Bagus di goda oleh teman-teman yang lain. Tingkah Bagus yang lucu ini membuat kita tidak pernah berhenti ketawa dan menggodanya.
Sebenarnya Bagus ini orangnya tidak gendut, tetapi badan dia yang gempal dan mempunyai sifat ngelucu ini yang membuat dia dipanggil gendut. Maksud dari kita memanggil dia gendut bukan pula sebuah panggilan hinaan, tetapi kita anggap panggilan kesayangan karena menurut kita dia orangnya lucu. Sehingga tidak ada kata mengejek dan marah-marah yang sesungguhnya.
Selesai mengepel, Bagus mengembalikan kain lap pel dan dengan riangnya berjalan kembali ke kelas. Karena sebagian kelas basah oleh tingkahnya, kami mengobrol di depan kelas supaya segar. Maklum sekolah kita banyak tanamannya. Di depan kelas sudah disediakan kursi panjang yang memang biasa digunakan untuk mengobrol siswa-siswi. Entah tak ada satupun dari kami yang tertarik duduk di situ. Lalu dengan gaya khasnya, Bagus duduk sambil mengangkat kaki. Tiba-tiba..
“KREEKK!! BUUUMM!!!”
“Wkkwkww, Bagus kamu kenapa lagi? Udah njatuhin minum terus matahin kursi”
Spontan kita semua terbahak-bahak hingga kami diperingatkan oleh guru. Namun apa daya. Melihat ulah Bagus yang sejak tadi membuat tertawa kali ini sudah bertingkah lagi. Parahnya ketika kita sedang tertawa yang dilakukan Bagus hanya menutupi mukanya dengan tangan tanpa berpindah tempat atau membenarkan kursi tersebut. Mukanya yang semakin lucu itu, semakin kita tidak bisa berhenti tertawa. Dengan polos dan tanpa ekspresi marah dia berkata..
“Jangan ketawa to, aku malu, lagian kalian jahat gak bilang kalo kursinya rusak, gak mau bantuin aku kalo aku jatuh, malah di ketawain pula”
Makin tertawa kita membuncah. Tapi apa daya energi kita habis untuk tertawa, kami langsung membantu Bagus berdiri dan membenarkan kursi tersebut.
Usai kejadian itu, kami tetap mengobrol dan tertawa bersama-sama. Tidak ada perasaan marah dan kesal karena kejadian tadi.

Senin, 03 Februari 2014

Antologi FIX ! yeah :D



yeah akhirnya antologi selesai juga :D
 
Dinamika Kehidupan
Dewasa ini perkembangan teknologi kian pesat. Dari zaman dahulu handphone yang besar dan memakai antena hingga kini handphone yang besar juga namun ringan dengan layar sentuh tidak membutuhkan waktu yang lama. Para ilmuwan yang brilian telah menciptakan berbagai macam kecanggihan teknologi dengan segala fasilitasnya. Namun adakalanya perkembangan teknologi yang pesat ini membawa keuntungan dan kerugian tersendiri. Misalnya keuntungan dengan adanya internet, jarak bukanlah masalah untuk terus menyambung tali silaturahim antar manusia. Tidak perlulah seseorang mendatangi kerabatnya yang tinggal beda negara hanya untuk bertanya kabar dan memastikan dia baik-baik saja, tetapi cukup melalui handphone seseorang sudah mengetahui kabar kerabatnya dengan mudah. Atau ketika seorang murid yang sedang sakit tapi ingin tetap mengikuti pelajaran di sekolah, antara guru dan murid tersebut dapat langsung bertatap muka tanpa bertemu, semisal menggunakan skype. Tetapi dengan munculnya teknologi yang canggih ini ada beberapa orang yang menyelewangkan manfaatnya. Contoh anak-anak sekolah yang tugasnya adalah belajar, mereka justru lupa waktu oleh game yang mereka dapatkan dari internet. Berjam-jam waktu mereka habiskan untuk bermain game hingga beberapa dari mereke lupa akan tugas sekolah, bahkan ada yang rela bolos sekolah hanya untuk menyelesaikan level demi level.
Namun selain internet, yang akhir-akhir ini banyak digunakan adalah gadget. Berbagai macam merek dan jenis gadget muncul di pasaran belakangan ini. Para penggunanyapun tidak hanya orang-orang dewasa yang berkepentingan untuk memudahkan pekerjaannya. Akan tetapi para remaja hingga anak-anak kecil tak luput dari genggaman benda imut yang pintar ini. Macam gadget, bentuk, warna dan merek sangat banyak beredar. Harganyapun bermacam-macam. Tak heran baik tua-muda, kaya-miskin semua bisa menggunakan dengan mudah. Yang menarik dari sekian komentar adalah fasilitas yang ada dalam gadget tersebut. Ketika zaman dahulu, handphone hanya berfungsi untuk telfon dan berkirim SMS (Short Message Service), namun sekarang jaringan internet dengan mudah tersambung melalui gadget. Tak hanya itu, berbagai account social media muncul begitu banyak hingga memudahkan segala aksesnya. Akan tetapi di balik kemudahan dan kecanggihan tersebut ada satu masalah yang sangat disayangkan. Yaitu kurangnya interaksi sosial dengan lingkungan sekitar. Kebanyakan anak-anak sekarang lebih sering fokus kepada gadgetnya. Dimanapun dan kapanpun mereka berada tak ketinggalan gadget tergenggam di tangan mereka. Bahkan tak sedikit dari memiliki lebih dari satu gadget. Lihatlah di tempat-tempat umum atau lingkungan sekitar anda, berapakah manusia yang tidak menggenggam gadget di saat mereka menunggu sesuatu atau hanya sekadar mengganggu waktu.
Disinilah efek buruk akibat kecanggihan teknologi yang dapat dinikmati siapapun. Bayangkan, hanya karena sebuah gadget seseorang tidak akan peduli dengan lingkungan dan fokus dengan gadget sendiri. Contohnya ketika lebaran tiba, di saat waktu-waktu berkumpul dengan keluarga sebagian dari kita juga asyik dengan dunia sendiri, padahal waktu-waktu berkumpul tersebut seharusnya digunakan untuk mengobrol dengan keluarga yang jarang bertemu. Itu contoh hal yang umum, coba kita lihat contoh hal-hal sepele yang mungkin jarang sekali kita lakukan padahal itu sangat besar manfaatnya. Contohnya ketika habis makan, ada sebagian yang hanya meletakkan piring kotornya di meja makan begitu saja, ada yang meletakkan di tempat cuci piring lalu di cucinya sendiri. Disini semisalkan kita sebagai majikan yang tinggal menyuruh pembantu kita membersihkan meja makan, apakah pernah kita mengucapkan “terimakasih” kepada pembantu yang sudah membantu kita? Contoh lain ketika hendak melewati orang yang lebih tua, apakah masih ada yang ingat untuk mengucapkan “permisi”? Ketika kita tidak sengaja menabrak orang lain ketika sedang berdesak-desakan dalam bus, masihkah ada yang mengucapkan “minta maaf” kepada orang yang tertabrak?
Melihat kejadian ironi yang sering kita temui tersebut, sebenarnya salah siapa? Atau akibat dari apakah semua itu terjadi? Jika kita mau menelaah dan memperbaiki diri, semua kesalahan dapat tiada jika kita mau memperbaiki diri.
Jadi kecanggihan teknologi yang ada di masa sekarang ini harusnya bisa dimanfaatkan untuk hal yang positif dan justru tidak meninggalkan hal-hal yang baik yang biasa dilakukan sejak lama. Dengan adanya kecanggihan teknologi saat ini malah bisa menjadikan kita semakin akrab dengan orang-orang terjauh kita. Yang terpenting etika dan adab kita jangan sampe luntur. Jangan sampe kita terhasut oleh suatu hal yang merusak perilaku baik kita. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin! Semangat :)